Fahrenheit
Untuk kamu yang baru kembali dari masa lalu
Dapat salam dari sudut ruang yang dulu selalu kita tuju
Sebuah tempat dimana kita selalu mengurai rindu
Aku rindu masa itu
Saat secangkir kopi menjadi alibi tujuan hati
Tawamu yang selalu berhasil mengalahkan alunan lagu yang sedang diputar
Membuat kita menjadi pusat gravitasi puluhan pasang mata yang sedang berbinar
Obrolan hangat dari topik basa-basi
Yang sebenarnya sudah sering diulangi
Atau curahan manja tentang kucingmu yang kadang tidak pulang
Berhasil menahan hasrat waktu yang sudah larut malam
Kini semua itu hanya tinggal cerita
Yang selalu aku baca setiap sepi datang membawa luka
Kini di sudut ruang yang dulu paling kau rindukan
Hanya menyisakan cerita tentang pahitnya perpisahan
Kadang sesekali aku berkujung untuk memesan secangkir kopi
Tetapi rasanya tidak sama lagi
Tidak ada tawa, curahan manja, atau sorot mata yang dulu selalu menghiasi
Kini
Akhir dari setiap kunjunganku
Hanya menyisakan ampas kopi
Ditulis dengan bayangan masa lalu yang selalu menghampiri


0 comments