Lupa Arah Pulang

by - Mei 30, 2021

 Saya baru mendapatkan sudut pandang baru, seseorang pernah berkata bahwa “Tidak ada orang yang sudah selesai dengan masa lalunya, sehingga ketika ada seseorang yang menyukainya maka orang tersebutlah yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masa lalunya agar ia bisa kembali memulai.”

Setelah dipikir ulang, saya rasa hal tersebut adalah benar. Sebab seseorang memang tidak akan pernah bisa selesai dengan masa lalunya sebelum bertemu dengan seseorang yang tepat hanya untuk sekedar berdamai. Seperti apa yang dikatakan oleh pemerintah kita, berdamai adalah hidup berdampingan bukan menyelesaikan. Jadi saya rasa memang benar ketika seseorang telah selesai dengan sebuah hubungan, namun belom tentu selesai dengan kenangan yang terukir dikepalanya. Kerap kali kita temui beberapa orang pulang dengan luka, trauma, bahkan pertaruhan nyawa.

Jadi jika kalian jatuh cinta dengan seseorang yang belum dapat menyelesaikan masa lalunya, itu adalah tugas kalian untuk membantu dia lepas dari trauma. Mungkin di dalam hubungan sebelumnya dia diperlakukan secara tidak baik. Mungkin sifat buruk yang terbawa pada hubungan berikutnya adalah bentuk trauma dari luka yang dia dapat dari hubungan sebelumnya. Belum lagi usia remaja dimana semua orang masih memiliki sifat bodoh, seperti cemburu yang tidak penting, sifat mengatur yang tidak pantas dilakukan oleh seorang tamu terhadap pemilik rumah.

Saya rasa sifat-sifat tersebut adalah fase yang wajar dilalui oleh semua orang ketika menjalin hubungan dalam proses menuju dewasa, yang berbeda adalah ada yang berubah dan berbenah. Namun tidak sedikit yang terbawa sampai dewasa dikarenakan ketika dia belum selesai dengan masa lalu namun telah bertemu dengan hubungan baru. Dimana dia harus kembali beradaptasi, dengan upaya untuk menyembunyikan trauma sebab orang baru tidak mau bertoleransi. Sebab kebanyakan orang menganggap kehilangan dapat diobati dengan kedatangan, hingga bahagia terlalu dibebankan kepada orang lain.

Liat, cinta itu membingungkan. Kita tidak boleh membebani orang lain dengan ekspetasi untuk berbahagia, namun kita juga harus bertanggung jawab dengan bahagia orang lain yang dibebankan kepada kita. Namun itulah manusia, langkah yang akan diambil tidak dapat diprediksi. Apalagi dalam sebuah hubungan yang dipaksa untuk menyatukan dua kepala dalam ikatan yang sama. Fatalnya kita selalu merasa telah dewasa, merasa paling mengerti tentang perasaan orang lain. Hingga lupa bahwa manusia adalah makhluk paling rumit, apalagi tindakan yang telah tercampur perasaan.

Jujur saja saya tidak tahu sedang menulis apa. Maaf telah menghabiskan waktu anda dengan sia-sia. Have a nice day.

You May Also Like

0 comments