Bangkit Setelah Terjangkit Penyakit

by - Juni 11, 2021

Selama jutaan tahun bumi berevolusi, telah tercipta kondisi dan perilaku baru agar manusia dapat beradaptasi. Rentetan bencana alam, wabah, bahkan pandemi telah bumi hadapi, jika secara intelektual hal ini disebut sebagai seleksi alam. Dimana sebuah peristiwa dapat mengilhami perilaku baru demi masa depan yang masih dapat ditempati.

Terkini bumi tengah dilanda pandemi covid-19 dimana berdampak pada semua bidang, dari kesehatan, pendidikan, bahkan perekonomian dibuat meradang. Sudah lebih dari satu tahun sejak virus itu pertama kali menginvasi, namun hingga saat ini aktivitas belum dapat kembali berotasi. Lalu apakah kita hanya harus berdiam dan pasrah menerima keadaan? Jawabannya adalah tidak!!!

Kita memiliki peluang untuk kembali bangkit, kembali menggantungkan harapan setinggi langit. Sebab manusia terlalu hina jika hanya pasrah dan menerima tanpa pernah berusaha. Sebagai pemuda yang bermodalkan kelebihan kapasitas otak dan dapat mengakses informasi dari seluruh penjuru dunia dengan mudah. Kita harus menjadi pupuk pertumbuhan bagi kebangkitan mental dan perjuangan masyarakat. Dengan akar rumput gotong-royong, masyarakat kita terbiasa untuk saling menolong. Tanpa mengesampingkan prosedur kesehatan demi keselamatan, perlu adanya inovasi yang dapat mendorong masyarakat kita untuk kembali menatap hari esok dengan lebih baik.

Pandemi tidak selalu tentang hal buruk yang terjadi, dengan sedikit merubah sudut pandang mungkin kita bisa melihat potensi lain yang selama ini tidak disadari.

Saling bahu membahu kembali menyusun pondasi negeri yang sempat goyah terguncang pandemi, dimana rasa sakitnya sampai menonjok ulu hati. Sebagai pemegang estafet keberlanjutan negeri, sejak dini generasi muda harus mulai terbiasa dengan semangat gotong royong. Sebab dalam proses kebangkitan, keterikatan tenggang rasa tidak dapat dipisahkan, arah pergerakan tidak boleh mengorbankan hak suatu golongan. Mengacu pada dasar negara Kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, gotong royong tidak melulu tentang kerja lapangan namun juga dibutuhkan komunikasi yang baik agar arah pergerakan tetap sesuai dengan asas kebersamaan. Dalam semangat gotong royong banyak komponen yang terlibat, perlu adanya komunikasi dan kerja sama demi membangkitkan kembali perekonomian rakyat.

Mulai sekarang kita harus lebih meningkatkan kepekaan, melihat sekitar agar sadar akan potensi besar yang belum dimanfaatkan. Dirumah dari keberagaman tentunya masih ada banya potensi yang dapat dioptimalkan, sebab manusia sudah terbiasa menghadapi kegagalan namun sampai saat ini kita masih dapat bertahan. Meski butuh waktu untuk dapat kembali sembuh, kita juga masih punya banyak waktu untuk kembali utuh bahkan lebih kukuh.

Semangat gotong royong ditengah keberagaman untuk menuju roda kebangkitan harus diserukan dari sekarang, negeri ini masih memiliki banyak potensi untuk kembali berotasi. Demi melihat bulir-bulir tawa terlahir kembali, demi saling menjaga agar kita tidak lagi melukai bumi. Tunggu apalagi? Segera berbenah, bangun kembali tempat yang biasa kita sebut sebagai rumah. Jaga ikatan ditengah perbedaan, sebab kenapa harus saling mencela jika kita adalah saudara? Kenapa harus merasa berbeda jika kita makan dari tanah yang sama? Indonesia adalah surga dari jutaan warna yang berbeda, dirajut rapi dalam balutan garis khatulistiwa. Perbedaan bukan alasan untuk saling bermusuhan, tetapi perbadaan adalah alasan untuk saling melengkapi. Harmoni dalam indahnya gotong royong, bangkit kembali dengan kegiatan saling menolong.

Bencana adalah bangkai, dan kita adalah bakteri yang bertugas untuk mengurai. Kembali menyehatkan ekosistem, agar alam tetap bekerja sesuai sistem.

You May Also Like

0 comments