Bangkit Setelah Terjangkit Penyakit
Selama jutaan tahun bumi berevolusi, telah tercipta kondisi dan perilaku baru agar manusia dapat beradaptasi. Rentetan bencana alam, wabah, bahkan pandemi telah bumi hadapi, jika secara intelektual hal ini disebut sebagai seleksi alam. Dimana sebuah peristiwa dapat mengilhami perilaku baru demi masa depan yang masih dapat ditempati.
Terkini bumi tengah dilanda pandemi covid-19 dimana
berdampak pada semua bidang, dari kesehatan, pendidikan, bahkan perekonomian
dibuat meradang. Sudah lebih dari satu tahun sejak virus itu pertama kali
menginvasi, namun hingga saat ini aktivitas belum dapat kembali berotasi. Lalu
apakah kita hanya harus berdiam dan pasrah menerima keadaan? Jawabannya adalah
tidak!!!
Kita memiliki peluang untuk kembali bangkit, kembali
menggantungkan harapan setinggi langit. Sebab manusia terlalu hina jika hanya
pasrah dan menerima tanpa pernah berusaha. Sebagai pemuda yang bermodalkan
kelebihan kapasitas otak dan dapat mengakses informasi dari seluruh penjuru
dunia dengan mudah. Kita harus menjadi pupuk pertumbuhan bagi kebangkitan
mental dan perjuangan masyarakat. Dengan akar rumput gotong-royong, masyarakat
kita terbiasa untuk saling menolong. Tanpa mengesampingkan prosedur kesehatan
demi keselamatan, perlu adanya inovasi yang dapat mendorong masyarakat kita
untuk kembali menatap hari esok dengan lebih baik.
Pandemi tidak selalu tentang hal buruk yang terjadi,
dengan sedikit merubah sudut pandang mungkin kita bisa melihat potensi lain yang
selama ini tidak disadari.
Saling bahu membahu kembali menyusun pondasi negeri
yang sempat goyah terguncang pandemi, dimana rasa sakitnya sampai menonjok ulu
hati. Sebagai pemegang estafet keberlanjutan negeri, sejak dini generasi muda
harus mulai terbiasa dengan semangat gotong royong. Sebab dalam proses
kebangkitan, keterikatan tenggang rasa tidak dapat dipisahkan, arah pergerakan
tidak boleh mengorbankan hak suatu golongan. Mengacu pada dasar negara
Kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, gotong royong tidak melulu tentang
kerja lapangan namun juga dibutuhkan komunikasi yang baik agar arah pergerakan
tetap sesuai dengan asas kebersamaan. Dalam semangat gotong royong banyak
komponen yang terlibat, perlu adanya komunikasi dan kerja sama demi
membangkitkan kembali perekonomian rakyat.
Mulai sekarang kita harus lebih meningkatkan
kepekaan, melihat sekitar agar sadar akan potensi besar yang belum
dimanfaatkan. Dirumah dari keberagaman tentunya masih ada banya potensi yang
dapat dioptimalkan, sebab manusia sudah terbiasa menghadapi kegagalan namun
sampai saat ini kita masih dapat bertahan. Meski butuh waktu untuk dapat
kembali sembuh, kita juga masih punya banyak waktu untuk kembali utuh bahkan
lebih kukuh.
Semangat gotong royong ditengah keberagaman untuk
menuju roda kebangkitan harus diserukan dari sekarang, negeri ini masih
memiliki banyak potensi untuk kembali berotasi. Demi melihat bulir-bulir tawa
terlahir kembali, demi saling menjaga agar kita tidak lagi melukai bumi. Tunggu
apalagi? Segera berbenah, bangun kembali tempat yang biasa kita sebut sebagai
rumah. Jaga ikatan ditengah perbedaan, sebab kenapa harus saling mencela jika
kita adalah saudara? Kenapa harus merasa berbeda jika kita makan dari tanah
yang sama? Indonesia adalah surga dari jutaan warna yang berbeda, dirajut rapi
dalam balutan garis khatulistiwa. Perbedaan bukan alasan untuk saling
bermusuhan, tetapi perbadaan adalah alasan untuk saling melengkapi. Harmoni
dalam indahnya gotong royong, bangkit kembali dengan kegiatan saling menolong.
Bencana adalah bangkai, dan kita adalah bakteri yang bertugas untuk mengurai. Kembali menyehatkan ekosistem, agar alam tetap bekerja sesuai sistem.

0 comments