Dispersi Aruna
Pada pesta pernikahan Pandora dengan Epimetheus, Zeus menghadiahkan sebuah kotak untuk perempuan pertama yang diciptakan di kalangan manusia oleh Hephaestus dan Athena atas perintah Zeus. Utusan dewa telah berpesan agar Pandora tidak membuka kotak tersebut, akan tetapi karena didorong rasa penasaran yang tinggi, Pandora pun melanggar larangan itu. Setelah kotak itu dibuka, ternyata segala hal buruk untuk umat manusia keluar dari dalamnya. Wabah, dosa, sifat buruk, kelaparan, rasa sakit sampai masa tua mulai menjangkiti manusia. Satu-satunya yang tidak bisa keluar dari kotak itu hanyalah harapan, manusia mulai memasuki masa kegelapan.
Dari segala hal buruk
yang telah mendampingi manusia selama ribuan tahun, kegelapan yang paling pekat
adalah rasa sakit yang melibatkan perasaan. Sebab masa itu adalah kehidupan
tanpa harapan dengan jangka waktu paling panjang. Matahari dan sumber cahaya lainnya
mulai mangkir dari rutinitas, hari-hari hanya dilewati dengan belas kasihan agar
gelap tidak menekan lebih keras. Saat sudah mulai terbiasa dengan kegelapan
mungkin indera akan lebih peka terhadap keadaan, cahaya redup yang selama ini
selalu mendampingi namun tidak disadari mulai menampakan diri. Mungkin doa-doa
yang telah kamu perjuangkan hadir dalam bentuk cahaya kunang-kunang yang
sederhana, meski tidak semegah rembulan namun ia satu-satunya cahaya yang dapat
membuat mu lupa akan perihnya luka yang pernah kamu suka. Perlahan cahaya yang
sederhana itu mulai menumbuhkan harapan akan hari-hari yang selama ini dinanti.
Apa kamu lupa jika hati
tidak memerlukan alasan khusus untuk membuatnya jatuh?
Mungkin cahaya itu
datang dengan luka dan trauma tentang masa lalu, namun setidaknya kalian sudah
tidak buta akan waktu. Mungkin hadirnya tidak seperti para puteri kerajaan yang
dikisahkan oleh dongeng-dongeng usang, menurut ku itu adalah hal yang bagus.
Kita bisa bersama membangun kerajaan, dan kamu bisa menjadi puteri pada kerjaan
yang akan selalu aku kisahkan kepada Hera untuk menandingi keindahan rasi
bintang yang susah payah ia ciptakan.
Memetik bahagia pada setiap
pesan yang memaksa mimpi terlambat datang.
Begitulah malam-malamku setelah kedatanganmu, selalu dilewati dengan kicauan tentang hidup yang monoton dan terkesan membosankan. Saling bertukar beban hanya sekedar untuk menjaga kewarasan, saling menguatkan pondasi ketika masalah semakin menumpuk dan selaras dengan umur yang tidak bisa dicegah untuk bertambah.
Cahaya mu benar-benar sederhana, dari caranya datang, terbang, atau melantunkan tembang Sesederhana alasanku ingin memiliki mu. Hinggap lah sejenak,
aku akan membuatmu lupa caranya mengepak, hingga akan ku paksa kamu untuk
menetap.

2 comments
Uwww
BalasHapusHalo digital bisnis kelompok 6
Hapus