Dispersi Aruna

by - September 29, 2021

Pada pesta pernikahan Pandora dengan Epimetheus, Zeus menghadiahkan sebuah kotak untuk perempuan pertama yang diciptakan di kalangan manusia oleh Hephaestus dan Athena atas perintah Zeus. Utusan dewa telah berpesan agar Pandora tidak membuka kotak tersebut, akan tetapi karena didorong rasa penasaran yang tinggi, Pandora pun melanggar larangan itu. Setelah kotak itu dibuka, ternyata segala hal buruk untuk umat manusia keluar dari dalamnya. Wabah, dosa, sifat buruk, kelaparan, rasa sakit sampai masa tua mulai menjangkiti manusia. Satu-satunya yang tidak bisa keluar dari kotak itu hanyalah harapan, manusia mulai memasuki masa kegelapan.

Dari segala hal buruk yang telah mendampingi manusia selama ribuan tahun, kegelapan yang paling pekat adalah rasa sakit yang melibatkan perasaan. Sebab masa itu adalah kehidupan tanpa harapan dengan jangka waktu paling panjang. Matahari dan sumber cahaya lainnya mulai mangkir dari rutinitas, hari-hari hanya dilewati dengan belas kasihan agar gelap tidak menekan lebih keras. Saat sudah mulai terbiasa dengan kegelapan mungkin indera akan lebih peka terhadap keadaan, cahaya redup yang selama ini selalu mendampingi namun tidak disadari mulai menampakan diri. Mungkin doa-doa yang telah kamu perjuangkan hadir dalam bentuk cahaya kunang-kunang yang sederhana, meski tidak semegah rembulan namun ia satu-satunya cahaya yang dapat membuat mu lupa akan perihnya luka yang pernah kamu suka. Perlahan cahaya yang sederhana itu mulai menumbuhkan harapan akan hari-hari yang selama ini dinanti.

Apa kamu lupa jika hati tidak memerlukan alasan khusus untuk membuatnya jatuh?

Mungkin cahaya itu datang dengan luka dan trauma tentang masa lalu, namun setidaknya kalian sudah tidak buta akan waktu. Mungkin hadirnya tidak seperti para puteri kerajaan yang dikisahkan oleh dongeng-dongeng usang, menurut ku itu adalah hal yang bagus. Kita bisa bersama membangun kerajaan, dan kamu bisa menjadi puteri pada kerjaan yang akan selalu aku kisahkan kepada Hera untuk menandingi keindahan rasi bintang yang susah payah ia ciptakan.

Memetik bahagia pada setiap pesan yang memaksa mimpi terlambat datang.

Begitulah malam-malamku setelah kedatanganmu, selalu dilewati dengan kicauan tentang hidup yang monoton dan terkesan membosankan. Saling bertukar beban hanya sekedar untuk menjaga kewarasan, saling menguatkan pondasi ketika masalah semakin menumpuk dan selaras dengan umur yang tidak bisa dicegah untuk bertambah. 

Cahaya mu benar-benar sederhana, dari caranya datang, terbang, atau melantunkan tembang Sesederhana alasanku ingin memiliki mu. Hinggap lah sejenak, aku akan membuatmu lupa caranya mengepak, hingga akan ku paksa kamu untuk menetap.

You May Also Like

2 comments