Prolog Epilog

by - Desember 19, 2021

Aku akan mencintaimu dengan cara paling realistis. Tanpa memujamu pada setiap pagi dengan kata-kata manis. Di mana hanya untuk menuruti bm mu kita harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk menikmati semangkok indomie kuah. Meski itu dilakukan bersamamu tetap saja berarti lelah. Aku pun tidak akan bisa selalu menghadapi mu dengan cara yang dewasa. Mungkin akulah yang akan lebih bersikap manja.

Tidak perlu membayangkan kita akan menyambut matahari dari puncak gunung. Sebab itu tidak akan terjadi, aku tidak ingin pusing mendengarkan rengekan mu yang baru berjalan beberapa langkah langsung minta pulang. Berhentilah menonton drama korea dan hadapilah kenyataan bahwa lelakimu hanyalah salah satu penduduk dari Asia tenggara, yang akan mencintaimu dengan cara paling sederhana tidak seperti kisah cinta di dalam drama. 

Mungkin aku akan terkesan kurang perhatian, karena aku tidak akan mengingatkan mu untuk makan atau mengucapkan harapan agar harimu menyenangkan. Bukan berarti aku tidak sayang atau ada niatan untuk melakukan perselingkuhan. Selain karena aku kurang tampan, aku juga sulit untuk akrab dengan orang asing. Jika diibaratkan sebagai pemilik rumah, aku tidak pernah menyambut tamu dengan basa-basi yang ramah. Sebab aku tidak ingin kamu merasa terganggu, ketika kita tengah bersama menghabiskan waktu. 

Selain itu memiliki mu adalah hal yang sangat aku syukuri, tidak lebih maupun kurang. Aku akan mencintai mu secukupnya, namun aku berjanji akan melakukannya dalam jangka waktu yang lama atau bisa saja untuk selamanya. Meski suatu hari nanti kita tidak diizinkan untuk menua bersama. 

You May Also Like

0 comments