Tidak Menemukan Judul yang Tepat
Jika menurut hukum Newton, hidup adalah aksi reaksi, maka pelepasan dopamine merupakan sebuah reaksi yang membutuhkan aksi. Begitulah mengapa sepi bisa berarti mati. Ketika sendiri otak akan cenderung pasif, maka perilaku egois dapat menciptakan bahagia tanpa bantuan orang lain adalah sesuatu yang naif.
Itulah aku yang selama ini memanipulasi otak, seolah merasa bahagia dengan membatasi ruang gerak. Terus menelan daya imajinasi yang secara berulang dimuntahkan kembali, hingga para setan dan malaikat muak. Rutinitas itu berhenti, ketika kita memutuskan untuk menjadi lebih dekat.
Aku pikir tidak ada ruginya untuk kembali mengulang siklus jatuh hati, sebab tempat yang kamu tawarkan terlalu nyaman untuk dilewati. Aku tidak keberatan untuk kembali bahagia, atau mungkin terluka nantinya. Sebab, selalu menyenangkan rasanya ketika kita dicintai oleh seseorang. Maka, jika resiko dari mencintaimu itu menyakitkan, mati saja aku sekalian.
Teruslah jadi seorang pemenang, bahkan untuk hubungan kita yang entah akan berjalan seperti apa nantinya. Bersamamu aku rela menjadi pihak yang kalah, atas sifat-sifat buruk yang telah mengakar pada setiap celah. Aku tidak keberatan untuk kalah pada setiap debat, agar kita segera mencapai kata sepakat. Sebab, katamu selalu tidak menyenangkan untuk terlalu lama bermusuhan denganku.
Memenangkan hatimu merupakan sebuah kemenangan besar yang hanya akan terjadi seratus tahun sekali. Maka jika nantinya aku harus kalah atas keputusan yang kamu ambil secara sepihak, aku akan tetap merasa menjadi seorang pemenang mutlak.
Semoga untuk kedepannya, salah satu dari kita tidak berulah. Jikapun salah satu dari kita berubah, semoga kita tetap bisa memberikan wadah agar tidak terpisah.

0 comments