Arche
Katanya cinta akan selalu menemukan jalan agar kedua insan dapat berlabuh pada dermaga yang sama, sepertinya itu lebih rumit dari kedengarannya. Aku telah lelah menunggu dan mulai mencari ke segala penjuru, namun kompas yang ku yakini untuk menuju kehidupan baru selalu tertuju ke kamu. Seperti saat itu, ketika aku baru saja selesai mengantarkan mu pulang, kau sudah sibuk bertanya kapan pertemuan kita akan terulang. Katanya kamu belum selesai bercerita tentang aneka satwa yang paling tidak harus kita temui sekali, sebelum ajal menjemput. Katanya kamu belum selesai merekomendasikan tempat makan yang rasanya dapat membuat kita memiliki alasan untuk terus bertahan hidup. Katanya... Katanya... Katanya... Dan masih banyak katanya lagi yang belum kamu selesaikan.
Namun saat sedang bertemu, semua pernyataan di atas tidak pernah sempat kamu utarakan. Kamu terlampau sibuk bertanya alasan aku dapat mencintaimu. Jika aku tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut secara lisan, sebab cara bicaraku yang belepotan. Maka akan aku jawab dengan cara yang paling aku kuasai, yaitu tulisan. Juga jadikan ini sebagai surat terbuka, bahwa peradaban ku masih lestari setelah kembali disinari oleh cahaya matahari.
Alasanku dapat mencintaimu adalah kamu selalu dapat memastikan bahwa sekecil dan seaneh apapun upayaku mencintaimu tidak akan berakhir dengan sia-sia. Kamu selalu mengerti cara ku pikirku yang tidak jelas, bahkan cara menanggapi mu sangat berkelas. Kamu memberikan kanvas yang luas, kanvas yang membuatku sadar bahwa ternyata masih banyak ruang yang dapat aku ekspresikan secara bebas tanpa pembatas.
Alasanku dapat mencintaimu adalah kamu begitu detail memahami sifat ku yang tidak aku sadari, bahkan saat aku miskin ekspresi. Katanya kita tidak boleh larut dalam kebahagiaan, sebab kesedihan hanya perihal menunggu giliran. Namun ada beberapa pencapaian yang hanya datang sekali pada kehidupan yang singkat ini, maka izinkan aku untuk merayakan pencapaian atas kepemilikan dirimu meski nantinya aku akan ditenggelamkan ke dasar neraka paling dalam. Setidaknya aku pernah merengkuh nirwana meski hanya sebatas garis maya. Dan jika suatu saat nanti tiba waktu untuk pementasan nelangsa, aku juga akan merayakannya secara berlebihan. Anggap saja itu caraku untuk bersyukur karena dapat merasa hidup, atas tuntutan yang tidak pernah merasa cukup.
Alasanku dapat mencintaimu adalah karena mu aku sadar bahwa untuk mengungkapkan perasaan, aku tidak perlu menganalogikan dengan silsilah keturunan para dewa-dewi Yunani hingga perang zaman romawi dalam perebutan tahta dan istri. Memang kesederhanaan adalah tempat paling nyaman untuk menyandarkan pikiran.
Paling tidak, ditengah ketidakjelasan tatanan dunia, aku beruntung dapat dicintai dengan sangat jelas olehmu.
Aku selalu bersyukur akan kehadiran mu, sebab berkat sinar yang kamu bagikan, kelopak bungaku yang selama ini kucoba rawat dapat mekar, sebagai tanda bahwa jarum jam di hidupku masih terus berputar.

0 comments