Salah Orbit
Jatuh cinta cukup menyenangkan ketika tidak ada keterikatan di dalamnya, tidak perlu saling menyapa sehingga rasa bebas jatuh kapan saja dan dengan siapa saja. Mungkin setiap hari ia dapat jatuh berkali-kali dengan orang yang berbeda, sebab jatuh cinta memang sederhana. Rasa memiliki yang membuatnya rumit dan berbelit. Entah, itu jatuh hati atau hanya sekedar kagum pada hal-hal kecil yang melekat pada dirinya.
Apakah kalian pernah suatu sore berjalan sendiri, secara tidak sengaja melihat satu orang yang memiliki kutub magnet yang berbeda. Sehingga secara tidak sengaja sedikit rasa tertarik dan memohon mata agar terus melirik. Entah, saat berbelanja di minimarket. Mengantri pada mesin ATM, atau hanya sepintas berpapasan di jalan.
Aku pun sedang merindukan masa-masa di mana aku sering berpergian ke tempat-tempat yang berbeda, namun selalu terbayang senyuman dari orang yang itu-itu saja. Atau secara kebetulan mengunjungi tempat yang sama, hanya karena secara tidak sengaja tergetar oleh entah siapa.
Sama seperti seorang musafir yang merindukan air di tengah gurun, atau seperti seorang pelaut yang merindukan daratan di tengah samudera. Ketika mereka dapat merengkuh hal tersebut, mereka akan kembali berpetualang dan merindukan kembali hal yang sama. Bukan karena bosan atau rasa sejenisnya, mungkin kita hanya suka kebebasan. Bertemu dengan hal-hal baru untuk menjaga hasrat penasaran tetap menyala, namun aku sendiri tidak dapat menjamin apakah dapat kembali ke rumah dengan selamat. Upaya mencari kebebasan agar terbebas dari ikatan hanya membuat masalah semakin erat mengikat. Anomali yang dapat ku karang menjadi alibi.
Apakah aku tidak lebih dari seekor binatang? Atau bahwa aku hanya seorang jalang? Ya, paling tidak sekarang aku baru sadar bahwa setiap petualangan, tidak selalu ditutup dengan pulang.

0 comments