Menunda Kepulangan

by - Desember 05, 2023

Kau tidak menemukan ku pada deret warna yang kau damba, aku tidak menemukan mu pada rima puisi yang aku baca. Sebab, salah satu dari kita memang tidak saling menemukan. 

Kita hanya saling dipertemukan.

Kita yang sama-sama tersesat pada sebuah delusi akan masa depan yang bahagia, tanpa sengaja berpapasan pada lini masa yang sama. Aku yang sedang menapaki entah apa, kamu yang hanya sekedar melanjutkan hidup dengan menghitung angka tanpa peduli akan rasa. Kita hanya saling bertanya, apa itu bahagia? Kita yang memiliki satu pertanyaan yang sama, telah sepakat untuk mencari jawaban itu entah kemana.

Pada setiap delik detik yang habis kita telan, aku baru menyadari satu hal bahwa permata seindah dirimu terlahir dari masa lalu yang meyedihkan. Kilaumu tercipta dari air mata dan doa yang bahkan dunia tidak akan sanggup menampungnya, di mana para mata yang buta akan jelitamu sering hadir dan hanya menambah derita. Fuck untuk orang-orang di masa lalumu yang membuatmu sering berduka dan hanya meninggalkan trauma. 

Untuk segala kemalangan yang menimpa dirimu di masa lalu,

Aku turut mengutuk diriku.

Permata sejelita dirimu selama ini hanya disimpan dalam kotak kecil nan sempit, hingga sering sekali terucap dari bibirmu bahwa "Aku itu gak seberapa" padahal bagiku kamu segalanya. Maaf jika aku kurang puisi kali ini, api cemburu masih sering melahapku.

Teruntuk kamu yang mungkin sedang mengunjungi tulisanku, mari kita tersesat lebih jauh dan mencari jalan memutar yang lebih panjang. Sampai pada waktu yang telah ditentukan, kita akan keluar dan menjadi peraduan atas mimpi-mimpi kita selama perjalanan.

Masih banyak kesalahan yang harus kita lakukan, masih banyak luka yang harus kita sembuhkan dan masih banyak kata yang harus kita susun menjadi rima. Berapa waktu yang kamu butuhkan? Aku akan menawarkan selamanya. Jika dirasa itu masih kurang, kita bisa melanjutkan kisah kita dalam keabadian. Paling tidak bahagia yang selama ini aku upayakan telah tumbuh dengan ranum ditubuhmu yang mulia.

You May Also Like

0 comments