Menjelang Tengah Malam
by
Bonnars
- Desember 24, 2019
Matahari masih menyinari belahan bumi yang berbeda, kala cahaya menjadi dewa yang tengah dipuja oleh umat manusia pada belahan bumi lainnya. Kita terlalu takut akan gelap, hingga kita selalu berusaha menciptakan cahaya baru dan tidak akan pernah membiarkan bumi untuk terlelap. Begitu juga yang terjadi terhadap diriku yang terlalu takut akan sendiri, hingga sepi menjadi sesuatu yang dibenci.
Selepas kembali dari perjalanan menyembuhkan diri, aku masih mencari-cari alasan untuk kembali jatuh hati. Ternyata perpisahan tidak terlalu menyedihkan, saat kita sudah mulai terbiasa, sinar matahari akan kembali berjaya. Waktu adalah penyembuh paling ampuh untuk hati yang pernah kau buat rapuh. Kini aku bisa mengenang untuk tertawa atas kebodohan ku yang terlalu sering kamu patahkan.
Perpisahan adalah kepedihan yang perlu dirayakan. Sepi akan kembali untuk menjemput rasa yang sudah terlalu lama berkelana mencari-cari bahagia dari alunan tawa yang di bisukan dunia. Kita akan kembali diseret ke sudut-sudut ruang yang tidak tersapu oleh perhatian, sebab kita terlalu sibuk terpusat pada satu titik gravitasi, hingga banyak yang lewat tanpa disadari.
Kerlip kunang-kunang berhasil mengalihkan perhatian dari usahaku menunggu notif pesan. Nyanyian katak kala menyambut hujan berhasil mengobati telingaku yang haus akan suaramu pada pekatnya malam. Sebab, sekali lagi Tuhan membuatku kembali jatuh hati. Aku dibuat jatuh hati, pada refleksi purnama yang tergantung jelas dikedua matanya. Aku dibuat jatuh hati, pada anggunnya malam yang membalut raganya. Aku dibuat jatuh hati, pada pekatnya rasa yang selalu dia tuang dalam setiap tawa. Entah, harus dengan alasan apa lagi agar dia sadar atas rasa yang tengah ku upayakan sendiri. Hingga berusaha mati-matian hanya untuk sekali lagi dipatahkan.
Berharap balas rasa dari tawa yang dipantulkan oleh purnama. Beginilah kita, berusaha saling melekat kala gelap semakin pekat. Kemudian saling lupa diri saat telah dibasuh cahaya matahari. Mencoba saling melengkapi, namun ternyata aku hanya jatuh hati sendiri.
