Delusi Inersia
Dalam perjalanan panjang menapaki berbagai kemungkinan demi mencari bahan untuk meracik bahagia yang diidam-idamkan, aku sering sekali salah mengira cahaya yang sekilas berpijar adalah pulang dari pergi yang sedang ku kerjakan. Sebenarnya kaki-kakiku hanya terlalu lelah untuk terjebak kembali ke dalam sebuah hubungan yang melibatkan perasaan.
Ada garis yang menjalar menyusup ke dalam aliran nadi kala kedua manusia memutuskan untuk saling mengikat perasaan, sebab itu hanyalah awal pembuka sebelum terompet perang ditiupkan. Kita selalu lengah kala disapa ketenangan pada awal ikatan, lupa bahwa badai paling mengerikan tengah mengintai untuk menuntaskan kelaparan. Debat-debat kecil yang dianggap sebagai hal yang menggemaskan dalam sebuah peperangan, hanyalah tragedi pembunuhan yang tidak boleh dituntaskan.
Diakhir hari setelah salah satu pihak telah merasa menang, ia akan pergi dan mencari perang baru. Meninggalkan pihak yang lain tercengkram dalam trauma akan kekalahan.

2 comments
Jika keduanya sama-sama menang karena meninggalkan medan yang tidak inginkan? Masih bisa disebutkah itu kemenangan? Karena kemenangan hanya ada jika ada pihak yang kalah
BalasHapusSetidaknya mereka telah menemukan definisi menang menurut mereka sendiri, namun jika dilihat dari sifat manusia, pada setiap pertemuan akan selalu ada pihak yang kalah. Hanya saja ia pandai untuk tetap berpura-pura menang, agar membuat pihak lawan tidak terlalu senang
Hapus