Untungnya, Aku Memutuskan Untuk Tetap Berjalan
Detak jantung ku terjatuh di bening matamu, tipis kau oles senyum pada pisang keju yang mencumbu lidahku.
"Kamu belajar resep baru? Pisang ini jauh lebih enak dari kemarin"
Kamu menjawab dengan senyum paling mekar diantara mawar yang memenuhi retina mata.
Ah, tawamu lebih manis dari arabica yang ku tenggak kali ini. Apa mungkin sistem filtrasi V60 yang dipakai tidak memenuhi standar? Atau memang tidak ada yang lebih manis saat kamu memutuskan untuk duduk di hadapku?
Bahkan wajah judesmu masih kuanggap ekpresi paling menggemaskan, tempat aku ingin mendaratkan cubitan di rona pipimu yang lebih mempesona dari lukisan jingga diatas kepala.
Sejak kapan?
Sejak kapan kamu berhasil membuat detak jantungku tidak karuan? Padahal terakhir ku ingat ia bahkan lebih lambat dari detak jarum jam ketika pelajaran matematika masa SMA. Aku beruntung, kau tidak lahir di Eropa pada abad 15, karena sangat mungkin Da Vinci akan melukis kecantikan mu dan menjadikan abadi seperti Monalisa. Kau cukup abadi dimataku saja, tidak berlebihan bukan?
"Bulan depan ada film bagus, lo. " Ucapmu sambil terus mengunyah pisang keju.
"Tanggal berapa?" Tanyaku sambil menyeruput V60 buatanmu.
"Enaknya sih tanggal 15, biar gak rame,"
Aku terhenti sejenak, tanggal 15 aku sudah punya janji untuk berkumpul dengan kawan-kawan untuk membahas nasib bangsa dan peta persebaran agama Islam di Nusantara.
"Gak bisa, ya?" Tanyamu dengan nada sedikit kecewa.
"Bisa dong, tanggal segitu aku kosong kok. Aman aja," Jawabku dengan yakin.
Ahh, maaf kawan. Kalian pasti mengerti berapa krusialnya momen ini. Sudah 2 tahun aku menunggu saat-saat seperti ini, tidak akan kubiarkan terlewat meski harus membatalkan janji dengan presiden sekalipun.
Aku membuang pandangan ke langit, takutnya jika terus melihatmu, gula darahku bisa naik beribu-ribu lipat. Hari itu senja malu-malu untuk tenggelam, jingganya gagal untuk mempesona cakrawala.Apakah semesta malu karena kamu terlebih dahulu terbit di mataku?
Sebab, sinar mu berhasil menumbuhkan determinasi, tentang sebuah ego untuk memiliki. Aku sadar bahwa kita sedang saling tersesat, meraba setiap jalan demi sebuah kemungkinan selamat. Aku tau kamu tidak bisa dicintai dengan cara sederhana, perasaan mu terlalu megah jika hanya dirayakan dengan seadanya.
Maka izinkan aku mencintaimu dengan cara paling purna, bahwa aku akan menyebrangi samudra sedalam apapun hanya untuk menemui mu. Meski pada durasinya aku hanya akan tenggelam karena tidak bisa berenang, gunung setinggi apapun akan aku daki meski aku takut ketinggian. Aku akan membunuh segala rasa takut untuk menawar rindu yang senantiasa memgusikmu.
Ya, walau waktu berjalan sekencang rotasi bumi, tapi saat aku melihatmu, duniaku terhenti. Bukankah begitu kawan perasaan saat sedang jatuh cinta?
.................................................................................................................
Btw, bagi kalian yang lagi Aksesoris HP dengan harga murah, bisa cek link dibawah ya
